Blog & Artikel
Kumpulan artikel, tips, dan insight seputar digital marketing dari tim kami.
Pengertian, Jenis Growth Strategy Marketing dan Contohnya
Pengertian Growth Strategy dalam Marketing
Secara umum, growth strategy marketing adalah bagian dari strategi bisnis yang difokuskan pada pengembangan pasar dan pelanggan. Intinya, strategi ini mencari cara terbaik untuk meningkatkan visibilitas brand kamu di pasar yang sudah ada atau bahkan menciptakan pasar baru.
Misalnya, kalau kamu punya bisnis skincare lokal, growth strategy marketing bisa berupa kolaborasi dengan influencer, mengadakan promo besar-besaran, atau masuk ke marketplace baru. Semua ini dilakukan untuk mendongkrak awareness sekaligus penjualan produk.
Tapi ingat, growth strategy nggak hanya soal “cepat berkembang”, ya. Ini juga tentang bagaimana bisnis bisa bertahan dalam jangka panjang.
Jenis-Jenis Growth Strategy
Nggak ada satu formula pasti untuk mengembangkan bisnis. Namun, berikut adalah beberapa jenis growth strategy yang bisa kamu coba sesuai dengan kebutuhan bisnismu:
1. Market Penetration (Penetrasi Pasar)
Ini adalah strategi untuk meningkatkan pangsa pasar di pasar yang sudah ada. Contohnya, kamu bisa menawarkan diskon besar, meningkatkan kualitas layanan pelanggan, atau memperluas distribusi.
- Contoh nyata: Perusahaan makanan cepat saji yang sering mengadakan promo “Buy 1 Get 1 Free”. Tujuannya? Supaya pelanggan makin sering beli.
2. Market Development (Pengembangan Pasar)
Kalau kamu ingin menjangkau pasar baru, strategi ini cocok banget. Caranya bisa dengan menargetkan demografi baru atau memperluas geografis pemasaran.
- Contoh nyata: Sebuah brand fashion lokal mulai menjual produknya ke luar negeri melalui platform e-commerce.
3. Product Development (Pengembangan Produk)
Strategi ini fokus pada inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
- Contoh nyata: Brand smartphone meluncurkan model baru dengan fitur-fitur yang lebih canggih untuk mengikuti tren teknologi.
4. Diversification (Diversifikasi)
Ini adalah strategi untuk menciptakan produk atau layanan baru untuk pasar baru. Memang lebih berisiko, tapi kalau berhasil, dampaknya besar.
- Contoh nyata: Perusahaan kopi yang mulai menjual minuman non-kopi seperti teh dan jus untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
5. Partnership atau Kolaborasi
Kadang, bekerja sama dengan bisnis lain bisa mempercepat pertumbuhan. Kolaborasi ini bisa dalam bentuk co-branding, joint venture, atau bahkan berbagi kanal distribusi.
- Contoh nyata: Kolaborasi antara brand fashion dan artis terkenal untuk menciptakan koleksi eksklusif.
Cara Menerapkan Growth Strategy Marketing dengan Efektif
Setelah tahu jenis-jenisnya, kamu pasti bertanya-tanya, “Gimana caranya biar growth strategy marketing ini berhasil?” Nah, berikut beberapa tipsnya:
1. Analisis Pasar dengan Teliti
Sebelum menentukan strategi, pastikan kamu tahu siapa target pasar dan apa kebutuhan mereka. Gunakan data dari survei, wawancara, atau analisis media sosial untuk memahami perilaku pelanggan.
2. Tentukan Tujuan yang Jelas
Jangan cuma bilang, “Saya ingin bisnis saya berkembang.” Kamu harus punya target spesifik, seperti meningkatkan penjualan 20% dalam 6 bulan atau menambah 1.000 pelanggan baru dalam 3 bulan.
3. Fokus pada Customer Experience
Pengalaman pelanggan adalah segalanya. Pastikan proses pembelian hingga layanan purna jualmu membuat pelanggan merasa puas. Pelanggan yang puas akan kembali, bahkan merekomendasikan bisnis kamu ke orang lain.
4. Manfaatkan Digital Marketing
Digital marketing adalah kunci utama dalam growth strategy marketing. Gunakan SEO, iklan berbayar, email marketing, atau media sosial untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
5. Evaluasi dan Perbaiki
Pantau terus hasil strategi yang kamu terapkan. Kalau ada yang nggak sesuai harapan, jangan takut untuk memperbaiki atau mencoba pendekatan lain.
Contoh Growth Strategy Marketing yang Sukses
Supaya lebih jelas, yuk kita lihat beberapa contoh nyata dari brand-brand besar yang berhasil menggunakan growth strategy:
1. Gojek: Ekspansi Layanan
Awalnya, Gojek hanya menawarkan layanan ojek online. Tapi sekarang? Ada GoFood, GoSend, GoPay, dan masih banyak lagi. Dengan strategi diversifikasi ini, Gojek berhasil menguasai pasar layanan digital di Indonesia.
2. Tokopedia: Kolaborasi dengan Influencer
Tokopedia sering menggandeng influencer terkenal untuk mempromosikan programnya, seperti “Waktu Indonesia Belanja”. Strategi ini efektif meningkatkan awareness dan menarik pengguna baru.
3. Netflix: Personalisasi Konten
Netflix menggunakan data pelanggan untuk memberikan rekomendasi tayangan yang sesuai dengan minat mereka. Strategi ini membuat pelanggan merasa diprioritaskan dan betah berlangganan.
4. Indomie: Inovasi Rasa
Indomie terus mengembangkan varian rasa baru, seperti Indomie Ayam Geprek dan Mi Goreng Aceh. Inovasi ini menjaga agar produk tetap relevan di berbagai segmen pasar.
Kesimpulan
Growth strategy marketing adalah senjata rahasia untuk mengembangkan bisnis. Dengan memahami pengertian growth strategy, memilih jenis yang sesuai, dan menerapkannya dengan baik, bisnis kamu punya peluang besar untuk berkembang lebih cepat dan kuat. Tapi ingat, kunci utamanya adalah konsistensi, inovasi, dan adaptasi terhadap perubahan pasar.